Blognya lulusan SMAN Tegal tahun 80

Masukan dari Mei 2007

The Amazing Child

Mei 23, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakwirs semua, Sekedar info saja.

Selamat berlibur.

 Trims

Nur ‘Cucu’ Sutjahyo

——————————————————————— 

The Amazing Child Doktor Sayid Muhammad Husein Thabathaba’i Anak termuda yang hafal seluruh Al Quran, penerjemah Al Quran termuda dan pelajar Hauzah Ilmiah Qom yang paling belia. Anak pertama yang mampu menyampaikan semua keinginan dan percakapannya sehari-hari dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran. Anak pertama yang berhasil menghafal seluruh Al Quran dengan metode isyarat. Anak pertama yang bisa dengan mudah menghubungkan satu ayat dengan lainnya dan menafsirkan ayat Al Quran dengan cara itu. Anak pertama yang dapat menjawab semua pertanyaan dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran. Anak pertama dari negeri Iran yang berhasil memperoleh titel Doktor kehormatan dari salah satu universitas Inggris di usianya yang ketujuh VCD ini menjadi bukti bagi mereka yang ragu akan keagungan para penghafal Al Qur’an . Suasana dalam ruangan itu mendadak hening …para syaikh, hafidz, mufassir & jamaah lainnya menahan pembicaraan. Perhatian mereka tertuju pada sosok bocah yang sedang duduk bersila dengan tenang …dihadapan mereka . Tatapan matanya yang bulat & jernih menyapu ratusan hadirin yg berjubel ….wajahnya yg polos tampak berseri…memancarkan kharisma yg kuat ….senyumnya tipis membuat gemas siapapun yg memandang . Ya bocah itu bukan bocah biasa…sejak beberapa bulan terakhir …ia menjadi buah bibir kaum muslimin Iran . Dalam usianya yg masih balita ( 5 thn ) ia sudah hafal Al Quran beserta maknanya . Bahkan dalam kesehariannya ia berbicara dengan bahasa Al Quran. Namanya Muhammad Husein bin Thoba Thoba’i . Di depan namanya ada kata Sayyid….itu artinya ia termasuk salah satu Zurriyat Rasululloh ….orang2 menjuluki The Amazing Child …Si Bocah Ajaib . Duduk di sampingnya adalah sang Ayah …Sayyid Thoba Thoba’i …sedang berbicara … Seperti saudara2 ketahui…anak saya telah hafal Al Quran di usia balita lengkap dgn terjemahannya. Kami mengajarkan Al Quran sejak ia berumur 2 tahun 4 bulan …sebagian kami sendiri yang mengajarkannya …dan sebagian yang lain …..dia menguasai sendiri …..misalnya berbicara dgn bahasa Al Quran ….Alhamdulillah dia bisa dgn sendirinya . Ia selalu berbicara dgn bahasa Al Quran baik di dalam rumah maupun di luar rumah . Jika dibacakan sebuah kalimat dari Al Quran …ia mampu menjelaskan bahwa kalimat itu ada dalam surah ini …ayat sekian …juz sekian & berada di halaman sekian . Ia juga hafal tulisan yang berada diawal halaman & 5 halaman berikutnya . Bahkan ia hafal kalimat atau ayat2 yg serupa secara lafadz & maknanya … Sekarang ….saudara dapat bertanya langsung kepadanya tentang suatu ayat …dan tanyakan itu surah apa ….ayat berapa & di juz berapa ……. Atau bacakan kepadanya suatu terjemahan ayat ….lalu minta kepadanya untuk menyebutkan ayatnya atau menanyakan suatu tema dalam Al Quran ….. Insya Alloh …ia dapat menjelaskannya . Seorang jama’ah langsung mengangkat tangannya …tanpa dipersilahkan lebih lanjut ia bertanya dengan membaca sebuah ayat ….lantas sang ayah membacakan kembali ayat tsb kepada Husein ….. “ Wa atainahul hukma shabiyya …ayat ini di surat apa ? “ tanya sang ayah … dengan spontan Husein menjawab : “ Surah Maryam “ “ Juz berapa ? “ “ Juz ke 16 “ “ Terletak dihalaman berapa dalam surah Maryam ? “ “ Dihalaman pertama “ “ Apa arti ayat tsb ? “ “ Dan kami telah anugerahkan hukum kepadanya ketika masih dalam gendongan “ “ Ahsantum ! ….Bagus ! “ kata sang ayah …..” Sekarang bacalah beberapa ayat setelahnya “ perintah sang ayah . Maka si bocah meneruskannya hingga 3 surah selanjutnya ……..untaian firman Alloh itu mengalir lancar dari bibirnya.suaranya jernih …lafadznya fasih …hadirin menahan nafasnya . Sang ayah kembali bertanya : “ Dalam Al Quran terdapat ayat yg menyebutkan bahwa Nabi Isa yg masih bayi berdialog dengan umat seperti orang dewasa …Nah ayat ini ada di surah apa ? “ “ Di surah Ali Imron Juz ke 3 “ “ Sebutkan ayatnya “ kata sang ayah Sayyid Husein membacanya dgn lancar …dilanjutkan dgn artinya . Lalu Sayyid Thoba Thoba’I kembali memuji putranya : “ Bagus , semoga Alloh memberkatimu “ Sementara itu seorang guru membacakan surah Al Qur’an yang kemudian dibacakan kembali oleh sang ayah . “ Wakhfidh lahuma janahadz dzulli ….ayat itu ada di surah apa ? “ tanya sang ayah . Tanpa berfikir panjang Sayyid Husein menjawab : “ Al Isro “ “ Juz berapa ? “ “ Ke 15 “ “ Dihalaman berapa ? “ “ Ke 3 “ “ Sekarang ucapkan artinya “ “ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil “ ( Al Isro : 24 ) “ Lanjutkan ayat2 berikutnya “ pinta sang ayah lagi . Lagi2 dgn suaranya yang jernih , ia membacakan surah Al Isro hingga 2 ayat berikutnya . Hadirin mulai tidak tenang …mereka terus menerus mengucapkan lafadz takjub “ Masya Allooooh “ . Pertanyaan tak berhenti sampai disitu …hadirin semakin penasaran …seseorang yg tampaknya sengaja datang dari jauh …sengaja datang hanya untuk melihat keajaiban itu . Ia bertanya berdasarkan ayat Al Qur’an yg ia buka secara acak . “ Wahai sayyid , surah apakah yg saya bacakan ini …. Tsumma qila lahum aina ma kuntum tusyrikun ? “ “ Az Zumar “ kata sayyid Husein sambil tersenyum “ Juz berapa ? “ “ Ke 24 “ “ Di halaman berapa dalam Az Zumar ? “ “ 8 “ “ Apa arti kata Zumaro ? “ “ Berbondong – Bondong “ “ Bacalah kembali ayat tadi & lanjutkan dgn ayat berikutnya “ Dengan lancar Sayyid Husein membaca ayat tsb ….dan semua orang terpana. Sosok bocah ini seakan bersinar …menerangi hati kaum muslimin yg hadir …. ia memancarkan kharisma & kewibawaan …yang membuat orang lain mencintai dia . Diantara hadirin …ada yg menitikkan air mata krn haru ….ada pula yg sibuk membolak balik Al Quran untuk mencocokkan apa yg diucapkan si bocah . Kembali seorang jama’ah yg ahli computer bertanya : “ Di dalam Al Qur’an terdapat angka 3, 4, 5 & 6 …nah surat apa & ayat berapa itu ? “ Seperti komputer canggih …tanpa berfikir lagi Sayyid Husein menjawab yg artinya : “ Nanti ( ada orang yg akan ) mengatakan ( jumlah mereka ) adalah 3 orang , yang ke 4 adalah anjingnya & mengatakan ( jumlah mereka ) adalah 5 orang , yang ke 6 adalah anjingnya . ( Al Kahfi : 22 ) . Mendengar jawaban Sayyid Husein ….hadirin serentak melafadzkan : Masya Alloh …Lahawla wala kuwata illa billah .. Betapa tidak , seorang pakar komputer sekalipun perlu beberapa waktu untuk menemukan ayat tsb ..paling tidak beberapa menit …tapi Sayyid Husein dapat langsung menjawabnya . Jama’ah yg tadi seakan tidak puas …Ia kembali bertanya : “ Apakah ada ayat lain yg menyebutkan angka selain 3, 4, 5, 6 ? “ Setelah beberapa detik …Sayyid Husein menjawab : “ Dengan 5000 malaikat yg memakai tanda , itu surah Ali Imron ayat 125 “ “ Adakah angka yg lebih dari itu ? seperti 100.000 bahkan diatasnya ? “ “ Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih , itu surah As Shoffat : 147 “ Masya Alloh …..teriak jamaah berbarengan . Di sela-sela dialog tsb …Sayyid Thoba Thoba’I bercerita bagaimana Al Qur’an sangat mewarnai tingkah polah putranya tsb . Seseorang pernah bercerita kepada kami bahwa dirinya memohon doa darinya & dijawabnya dgn membaca ayat : Saufa Astagfiru Lakum Robbi … kemudian orang itu menyinggung masalah taufiq dan dijawabnya : Wa ma taufiqi illa billah …alaihi tawakaltu wa ilaihi unibu … Kemudian beberapa minggu lalu ..Al Haj Ali …seorang hafidz … datang bertamu ke rumah kami untuk bertemu & menguji kemampuannya . Diakhir pertemuan itu ..beliau mengajaknya untuk menghadiri sebuah acara , beliau bertanya : “ Apakah kamu mau menghadirinya ? “ ia menjawab : “ Kalau ayahku mengizinkan …aku akan datang ….” Ulama itu kembali berkata : “ Aku akan membelikan kamu baju bagus supaya kamu kenakan, apakah kamu senang dengannya ? “ Anak saya menjawab : “ Walibasut Taqwa Dzalika Khair ( Pakaian Taqwa adalah yg Terbaik ) …mendengar ayahnya menceritakan hal ini …Sayyid Husein tersipu malu . Sayyid Thoba Thoba’i kemudian menceritakan pula bagaimana ia mendidik Sayyid Husein . Dengan merendah ia berkata : “ Sebenarnya saya sebagai seorang ayah tidak pantas berpesan sebagaimana yg anda inginkan . Tetapi disini saya atas nama seorang pengajar Al Quran akan berpesan kepada para bapak & ibu …bagaimana saya mengajarkan Al Quran kepadanya . Yaitu pada awalnya para bapak ibu sendiri ….harus memiliki perhatian khusus terhadap Al Quran . Di rumah harus sering membaca Al Quran …kalau tidak …jangan harap anak2 menjadi seorang penghafal Al Qur’an ..menjadi Qori yang mampu memahami makna Al Qur’an . Saya di rumah membiasakan berbicara menggunakan bahasa Al Qur’an dgn Husein , demikian juga ibunya ( yg setiap hari harus membaca Al Qur’an ) ….apalagi sbg hafidz …setiap hari kami harus membaca 2 Juz kurang lebih . Selaras dgn keahliannya di dunia, dia berada dalam lingkungan rumah yg Qur’ani… berdialogpun dgn Al Qur’an & pada akhirnya dia akan mengikuti lingkungannya ….. maka pelajarilah Al Qur’an . Di bagian akhir dialog , jama’ah meminta Sayyid Husein untuk memberikan sedikit nasihat . Sambil tersenyum dia berkata : “ Dan perintahkanlah kepada keluargamu ( untuk ) mendirikan Sholat “ Surah Thoha : 132 …Subhanalloh ….! Demikian tayangan sekitar 20 mnt VCD berjudul “ The Amazing Child “ produksi thn 2007 .

Kategori: psikologis dan keluarga

Jus Kurma untuk Demam Berdarah

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

From: Daryono@ikpt.com
Subject: Fw: Jus Kurma untuk Demam Berdarah..
Date: Wed, 14 Feb 2007 14:53:06 +0700
To: smategal80-an@googlegroups.com

Mungkin ini bisa dimanfaatkan oleh jakwirs kabeh

Sabtu, 10 Februari 2007

Sekali Lagi Soal Jus Korma SEHUBUNGAN dengan masih banyaknya telefon pada kami, baik yang mengucapkan terima kasih atas kesembuhannya, maupun yang bertanya perihal cara pembuatan jus korma untuk penyembuhan demam berdarah, maka pada kesempatan ini kami menerangkan tata cara dan takarannya sebagai berikut:

Untuk yang telah positif DBD menurut dokter, ambil 500 gram korma, buang bijinya lalu diblender dicampur dengan 5 gelas air, sampai lembut. Kemudian minumkan pada penderita setiap jam, satu gelas sampai habis.

Insya Allah dengan habisnya jus korma tadi, trombosit penderita normal kembali. Itu yang terjadi pada 7 orang keluarga kami dan juga puluhan orang yang mengucapkan terima kasih pada kami setelah pemuatan pertama di “PR” pada tanggal 25 Januari lalu dari ratusan yang telefon. Juga alhamdulillah kami telah mengetahui kandungan yang ada pada setiap 100 gram korma.

Agar yang lebih berkompeten dapat mempelajari mengapa jus korma mujarab untuk mengobati demam berdarah, yaitu mineral (calsicum 52mg, iron 1,2 mg, magnisium 50 mg, phosphorus 60 mg, patassium 667 mg. sodium 13 mg, choride 271 mg, sulphur 14,7 mg, manganese 4,9 mg, copper 2,4 mg, zinc 1,2 mg, cobalt 1,9 mg). Vitamin: vitamin A 90 IU, Tharmin B1 93 mg, Ripovlavine B2 144 mg, Biotin 4,4 microgram, Folio Acid 5,4 microgram, Niacin 2,0 mg, Ascorbic Acid 6,1 mg, Glucose 38,5 gms, Fructose 35,5 gms, Other Sugars 3,4 gms, Protein 2,35 gms, Fat 0,43 gms. Energi 323 cal.

Demikian yang tertulis dalam dus korma.

Ahmad Said Joban Jln. A. Yani 862 Bandung

Telf. 022-7274633

 http://www.pikiran- rakyat.com/ cetak/2007/ 022007/10/ 99suratpembaca. htm

Kategori: kesehatan

Berbagi Cinta (2)

Mei 22, 2007 · 1 Komentar

From: Daryono@ikpt.com

Subject: Fw: Berbagi Cinta

Date: Thu, 21 Dec 2006 10:12:32 +0700

To: smategal80-an@googlegroups.com

Ini cukup membuat saya trenyuh dan ini pula yang membuat saya ikut bercerita Tapi ini kejadiannya menimpa pada seekor binatang bukan pada sesama manusia seperti yang diceritakan pak Toni di atas Mungkin rasa berbagi cintanya sama , cuma beda objeknya Keluargaku terutama istriku suka seekor kucing Kucing yang kami pelihara itu sejak ia masih kecil sakit2-an ditelantarkan oleh sang induk Kami pelihara, kemudian tumbuh menjadi sehat, gemuk dan lucu sekali kalau melihat tingkah lakunya Jadi ada dua ekor tapi lain induk dan kami umpamakan kakak beradik Kemana saja ia pergi selalu berdua, tidur, bermain, bercanda…… lucu sekali Yang satu berwarna coklat, gemuk, bersih dan sehat Tapi kelihatan kasihan karena dia bisu tidak terdengar suaranya seperti kucing pada umumnya selalu meong.. meong.. kalau lagi lapar minta makan Cuma bersuara singkat ngek… ngek… Tidak nakal dan cukup jinak Yang satunya berwarna kehitam2-an , kurus dan panjang Si kurus ini yang selalu mengajak bercanda si coklat kalau sedang santai Mungkin dalam hati saya karena si coklat ini kan bisu…. jadi untuk membuat selalu ada dan ramai, si kurus selalu mengajak bermain dan bercanda Sehingga tampak ceria kedua duanya kalau sedang berdua Melihat tingkah lakunya aku sering gemes dan tertawa sendiri Ternyata binatang saja bisa membuat orang jadi terhibur Anakku dua2nya suka bermain dengan si coklat dan si kurus Di peluk, diangkat, diayun layaknya sepert anak kecil Setiap hari 3 kali makan, yang ini istriku yang selalu menyiapkan Sengaja beli “ikan cuek” atau titip tetangga yang pergi ke warung atau pasar Kalau sudah begini, saat paling ramai mereka dengan meong.. meongnya sangat berisik Tapi kalau lihat si coklat , karena dia bisu jadi cuma mondar mandir tidak seperti lainnya Ditambah lagi dengan dua ekor kucing dewasa yang setiap waktu makan tiba, dia akan datang dan minta jatah Tapi istriku melayani mereka2 layaknya anak2nya sendiri Setelah makan mereka akan pergi sendiri2, tinggallah dua ekor si coklat dan si kurus tidur di dalam rumah Beginilah setiap hari kami memperlakukan binatang ini seperti anak2 kecil yang sudah ditinggal orang tuanya Lucunya lagi setiap kali istriku pergi keluar rumah untuk suatu kepentingan misalnya ketetangga, ke warung atau kesuatu tempat Si coklat dan si kurus akan ikut dibelakangnya menguntit Setiap malam kami keluarkan, biar dia tidur di luar dan bermain di halaman Tapi setiap kali pintu di buka maka membuyarlah dia berebut masuk ke rumah Tapi sudah beberapa hari ini si kurus tidak kelihatan maka istriku mencari dan ketemu di depan rumah tetangga Tapi tampaknya ia sedang sakit lalu diangkat dan di bawa pulang Dilihat dan di perlakukan seperti anak kecil yang sedang sakit Tidak mau makan dan tengkurap saja posisinya di tempat yang dingin dan lembab Tampaknya dia sakit dibagian perut dalam hati mungkin ada yang meracuni ( perkiraan) Sampai saya perhatikan ia kuat tidak makan sampai 2 minggu lebih Badannya tambah kurus karena aslinya sudah kurus Tiba tiba si coklat juga tampaknya sakit tapi karena ia gemuk dan sehat tidak kentara Tapi malam itu istri bangun jam 03.00 untuk menunaikan kewajiban makhluknya kepada yang khalik Dan mencari cari kedua kucing kesayangannya kesemua sudut Tapi alangkah kagetnya ketika didapainya si coklat sudah terbujur kaku di belakang mesin cuci yang lembab karena habis hujan turun Istri tampak sedih aku dibangunin dari tidur dan melihat apa yang terjadi Benar bahwa si coklat yang menjadi lesayangan kami telah mati dengan mata melotot Sepertinya ia membawa beban berat atau sakit berat Kemudian aku angkat dan mencoba untuk menutup matanya supaya bisa merem Semua anak2ku aku bangunin untuk melihat yang terakhir kali kalau si coklat telah mati Dan menyaksikan penguburannya Aku tutup tubuhnya dengan selembar kain dan membuat lubang kubur di dalam rumah Waktu menunjukkan jam 03.30 aku melanjukan untuk mengambil wudhu dan sholat Sampai kisah ini saya tulis si kurus sudah beberapa hari yang lalu tampak sudah sehat makan seperti bisanya Dan ternyata si kurus sudah punya teman lagi Si coklat belang2 sebagai temannya pengganti si coklat yang mati Dan anehnya lagi coklat belang2 yang baru, ternyata tidak bisu melainkan cerewet maka kami sepakat menamakannya “si cerewet”

Kategori: filsafat · psikologis dan keluarga

Berbagi Cinta (1)

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

To : Jakwirs,  
      Nggo sing durung maca.
      Salam kompak selalu.
      Toni.
     

From: jamil azzaini [jamil_azzaini@yahoo.com]
Sent:
Thursday, December 14, 2006 10:05 AM
To:
corporateforum_cd@yahoogroups.com
Subject:
[corporateforum_cd] Berbagai Cinta

Berbagi Cinta
Jamil Azzaini –
Kubik Leadership
Jakarta, Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya. Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal. Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan

Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina. Nina, apa yang anakku mau sayang begitu ayah saya membuka percakapan. Nina mau baju baru?, sepatu baru?, tas baru? Atau apa nak? tambah ayah saya. Nggak ah ntar om marah jawab Nina. nggak sayang, om tidak akan marah ayah saya menimpali. Nggak ah… ntar om marah Nina mengulang jawabannya.

Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang Tapi janji ya om tidak marah jawab Nina manja. Om janji tidak akan marah sayang tegas ayah saya. Bener om tidak akan marah sahut Nina agak ragu. Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah

Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah pikir ayah saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak.

Dengan terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata; bener ya om tidak marah. Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala. Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya om, boleh nggak saya memanggil ayah Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air matanya. Segera dia peluk Nina dan mengatakan tentu anakku.. tentu anakku…mulai hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata terima kasih ayah… terima kasih ayah…

Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, ayah saya berkata kepada Nina anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak? Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah sergah Nina.

Nina masih boleh minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan ayah kasih. Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta ayah bawa foto bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?

Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; buat apa foto itu nak? Tanpa ragu Nina menjawab Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina. Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu.

Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta. Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia.

Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini
adalah Inspirator; Sukses-Mulia, Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup

Kategori: filsafat · psikologis dan keluarga

Sakit Jantung dan Minum Air Hangat

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

From: Daryono@ikpt.com
Sender: smategal80-an@googlegroups.com
Subject: Fw: [info kesehatan] Sakit Jantung dan Minum Air Hangat
Date: Fri, 9 Feb 2007 10:22:20 +0700
To: smategal80-an@googlegroups.com
Full Headers
Undecoded Letter

Selamat Pagi Indonesia ! ! …., Semangat ! !…. semoga artikel ini
bermanfaat bagi kita semua
Sakit Jantung dan Minum Air Hangat…..

Artikel ini sangat bagus. Tidak hanya mengenai minum air hangat setelah
makan, tapi juga tentang serangan jantung. Ini masuk akal… orang Cina
dan orang Jepang minum teh panas dengan makanan mereka.. bukan air dingin..
mungkin sudah waktunya kita mengadaptasi kebiasaan minum air hangat seperti
mereka..

Nggak rugi….. malah untung…… …

Untuk mereka yang suka minum air dingin, artikel ini cocok untuk anda.

Memang enak untuk minum secangkir minuman dingin setelah makan. Tapi, air
dingin akan mengeraskan makanan berminyak yang baru saja dimakan. Dan
memperlambat pencernaan makanan. Ketika endapan ini bereaksi dengan asam
lambung, endapan akan terpecah dan diserap oleh usus lebih cepat daripada
makanan padat. Ini akan memenuhi usus. Sebentar saja, ini akan berubah
menjadi lemak dan bisa mengakibatkan kanker.

Paling baik meminum/memakan sup panas atau air hangat setelah makan.

Catatan serius mengenai serangan jantung: Tidak semua gejala searngan
jantung adalah sakit pada lengan kiri. Waspadalah jika ada rasa sakit yang
terus menerus pada rahang.

Mungkin kita tidak akan mengalami rasa sakit dada pertama ketika terjadinya
serangan jantung. Rasa mual dan keringat yang berlebihan juga adalah
gejala yang umum dijumpai. 60% dari mereka yang terkena serangan jantung
ketika tidur tidak terbangun.

Rasa sakit di rahang bisa membangunkan kita dari tidur nyenyak.
Berhati-hatilah dan berwaspada. Semakin banyak kita tahu, semakin baik
kesempatan kita untuk selamat.

Kategori: kesehatan

Gubuk yang Terbakar

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Gubuk yang Terbakar

Penulis tidak diketahui

Satu-satunya orang yang selamat dari sebuah kapal yang karam, terapung dan terdampar di sebuah pulau tidak berpenghuni. Ia berdoa tanpa henti agar Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari ia menatapi horison mencari-cari tanda bantuan, tapi tidak ada tanda-tanda. Kelelahan, ia akhirnya berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari sisa-sisa kayu yang hanyut, sebagai pelindung dirinya. Ia pun hidup sehari-hari dengan cara-cara primitif yang bisa diingatnya, termasuk menyalakan api dengan batu dan kayu. Suatu hari, setelah kembali dari mencari makanan, ia tiba kembali di gubuknya dan menemukan gubuknya habis terbakar, dan yang tersisa hanyalah asap yang mengepul dan membumbung tinggi. Yang terburuk pun sudah terjadi, pikirnya. Segalanya sudah hilang. Ia tersengat amarah dan kekecewaan. “Tuhan, bagaimana Tuhan bisa tega melakukan ini kepada saya?” serunya.

Pagi berikutnya, ia terbangun oleh suara kapal, yang terlihat mendekati pulau. Ternyata kapal itu datang untuk menyelamatkannya. Masih terkejut bercampur riang, ia bertanya, “Bagaimana kalian bisa tahu saya ada di sini?” Para kelasi kapal, sambil membantunya naik menjawab, “Kami melihat tanda asap yang kamu buat!”

============ ===

Moral kisah

Mudah sekali untuk hancur saat segala sesuatunya menjadi buruk. Janganlah kehilangan hati, karena Tuhan tetap bekerja walaupun di tengah penderitaan dan kesakitan kita. Ingatlah kali berikut gubuk Anda terbakar dan hancur, mungkin itu adalah tanda asap sebagai kemuliaan Tuhan.

Kategori: filsafat

Filosofi Hidup

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

K esederhanaan

Kebutuhan seseorang terbatas, namun keinginan seseorang tak terbatas, terlalu banyak menikmati warna bisa merusak penglihatan, terlalu banyak menikmati bunyi bisa merusak pendengaran, terlalu banyak menikmati makanan bisa merusak rasa, terlalu banyak melakukan kegiatan seperti berburu, bisa merusak pikiran dan kesehatan mental, terlalu banyak mengumpulkan kekayaan membuat orang tidak merasa aman dan rusak mentalnya, jadi, orang yang hidup sederhana hanya mencari makan, bukan kepuasan rasa, dia lebih suka hidup sederhana.

K eberhasilan

Orang di dunia menganggap reputasi dan keberhasilan terlalu serius, sehingga dia gelisah jika dipuji dan dihina, hidup dalam ketakutan mendatangkan bencara, mengapa ? Di mata orang, kedudukan yang tinggi   dianggap mulia, membuat dia merasa lebih tinggi daripada orang lain, karena itu ada rasa takut, jika hilang, dia akan mendapatkan kesulitan

 

P erbuatan

Apa yang dibawa belum tentu miliknya, apa yang dimiliki di dunia ini tidak akan dibawa. Tetapi apa yang telah diperbuat itu pasti menjadi miliknya dan akan dibawa

Kategori: filsafat

MENUMBUHKAN JAGUNG YANG BAGUS

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

MENUMBUHKAN JAGUNG YANG BAGUS

Penulis tidak diketahui

Tersebutlah seorang petani Nebraska yang menanam jagung ‘sang juara’. Setiap tahun ia mengikutkan jagungnya ke pameran negeri, di mana jagungnya memenangkan pita biru. Suatu hari sebuah koran lokal mewawancarainya dan mempelajari sesuatu yang sangat menarik tentang bagaimana ia menumbuhkan jagungnya. Reporter tersebut mengetahui bahwa petani tersebut berbagi bibit jagung yang sama dengan para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa sanggup berbagi bibit jagung terbaik Anda dengan tetangga Anda, karena mereka juga ikut memasukkan jagung mereka di kompetisi bersama Anda setiap tahun?” tanya sang reporter.

“Begini, tuan,” kata si petani. “Tidak tahukah Anda? Angin mengambil serbuk dari jagung yang siap ranum dan menerbangkannya dari ladang ke ladang. Jika tetangga saya menanam jagung yang rendah kualitasnya, penyiraman serbuk antar ladang oleh angin ini akan menurunkan kualitas jagung saya. Jika saya ingin menumbuhkan jagung yang bagus, saya harus menolong tetangga saya menumbuhkan jagung yang bagus pula.”

==================

Moral Kisah

Beberapa orang percaya bahwa dengan membantu orang lain mendapatkan yang terbaik, kita juga mendapatkan yang terbaik. Ini bisa jadi sebuah PILIHAN bersikap untuk kita.

Kategori: filsafat

Men vs Women

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Men:
1. All men are extremely busy.
2. Although they are so busy, they still have time for women.
3. Although they have time for women, they don’t really care for them.
4. Although they don’t really care for them, they always have one around.
5. Although they always have one around them, they always try their luck with others.
6. Although they try their luck with others, they get really pissed off if the women leaves them.
7. Although the women leaves them they still don’t learn from their mistakes and still try their luck with others.

Women:
1. The most important thing for a woman is financial security.
2. Although this is so important, they still go out and buy expensive clothes.
3. Although they always buy expensive clothes, they never have something to wear.
4. Although they never have something to wear, they always dress beautifully.
5. Although they always dress beautifully, their clothes are always just “an old rag”.
6. Although their clothes are always “just an old rag”, they still expect you to compliment them.
7. Although they expect you to compliment them, when you do, they don’t believe you

Kategori: psikologis dan keluarga

Visi Indonesia 2030

Mei 22, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dari pikiran-rakyat

Visi Indonesia 2030

Oleh ISHADI S.K.

APA yang akan terjadi pada tahun 2030? Menurut Yayasan Indonesia Forum, pada tahun itu, ”income per capita” Indonesia mencapai 18.000 dolar AS per tahun. Dengan jumlah penduduk 285 juta orang, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia kelima setelah Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa dan India.

Tidak semua setuju. Pakar politik Universitas Indonesia (UI), Dr. Arbi Sanit menyatakan Visi 2030, merupakan “khayalan belaka”. Salahuddin Wahid, mantan calon wakil presiden menyebutnya “tidak masuk akal”. Sukardi Rinakit dari Sugeng Sarijadi Syndicate menulis Visi 2030 akan terlaksana “kalau pada tahun 2020 kita menjadi bagian Negara Eropa Utara dan Amerika Serikat”. Menurut dia, Visi 2030 hanya “kiat pengusaha mengail ikan di Istana.”

Kwik Kian Gie menulis: “Mereka yang menyusun bukan orang yang mempunyai visi. Sebagian pedagang yang lainnya lulusan universitas dan teknokrat yang miskin falsafah”. Katanya dengan sinis: “Lebih baik onani dari pada mimpi”. Tidak hanya pakar yang memberi komentar negatif. Sutardji Calzoum Bachri “Presiden Penyair Indonesia” menyebut: Visi 2030 sebagai “mimpi yang kelewat batas”.

Sementara Gus Pur – di acara Republik Benar Benar Mimpi (BBM) mengatakan: “Paling hanya beda tipis kalau tidak tercapai 2030, yah akan tercapai 3030″. Gus Pur adalah salah satu figur acara dagelan politik yang lumanyan “mencerdaskan” di Metro TV.
Tidak semua pesimistis. Pengamat Ekonomi Djisman Simanjuntak, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Hadiningsih, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bun Bunan Hutapea, Mantan Perwira Tinggi TNI Letjen Pur. Sayidiman Suryohadiprodjo, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfuddzidiq dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir, percaya bahwa Visi Indonesia 2030 akan tercapai dengan beberapa syarat.

Mengapa “Indonesia Forum” perlu membuat Visi 2030? Padahal mungkin sebagian dari kita sudah tidak bisa menikmati?

Visi itu memang dimaksudkan untuk generasi penerus, agar mereka menikmati Indonesia yang lebih baik kelak. Angka 18.000 dolar bukan angka yang mutlak, akan tetapi sekadar target, bisa lebih bisa juga kurang. Angka itu dinyatakan untuk membangkitkan optimisme bahwa ada harapan di masa depan. Tanpa sikap optimistis itu tidak akan pernah lahir semangat untuk bekerja keras menuju “bangsa maju” yang dicita-citakan di tengah keterpurukan bangsa sekarang.

Sebaliknya, kita jangan terjerumus dalam pesimisme yang berlarut. Tahun 1959, ketika Lee Kwan Yew mengajak bangsa Singapura bangkit dan bekerja keras agar pada tahun 1980 bisa menyamai bangsa Eropa, tidak ada seorang pun yang percaya, karena waktu itu gross national product (GNP) per capita Singapura hanya 400 dolar AS. Faktanya, tatkala Lee mengundurkan diri 31 tahun kemudian (1990), GNP per capita Singapura meningkat 60 kali lipat atau 6000%.

Visi Indonesia awalnya digagas di Manado bulan Juli 2006 dalam Kongres XVI Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), beberapa saat setelah CT (Chairul Tanjung) terpilih sebagai Ketua Yayasan Indonesia Forum yang baru. Pembicaraan awal bahkan hanya dilakukan di sebuah restoran sea food antara CT, Raden Pardede dan saya. Gagasan ini kemudian lebih mengemuka ketika UBS (United Bank of Switzerland) , Januari lalu menerbitkan laporan setebal 300 halaman, “Essential 2007″. Disusun oleh 1000 ekonom, analis dan peneliti, yang menyebutkan bahwa pada tahun 2025, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar setelah Cina, Amerika Serkat, Uni Eropa, India, Jepang dan Brasilia.

Data inilah yang kemudian menginspirasi tim perumus – dipimpin Dr. Raden Pardede ketika menyusun kerangka dasar “Visi Indonesia 2030″. Kelompok itu terdiri dari wakil pengusaha, ekonom, dan birokrat, di antaranya Bambang P.S Brojonegoro dan M. Chatib Basri (Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia). Ainun Na’im (UGM), Suahasil Nazara (Institut Pertanian Bogor), John Prasetyo, TP Rachmat dan Darwin Silalahi (kalangan bisnis) serta Anny Ratnawati (birokrat). Dengan demikian, tidak benar kalau dikatakan di belakang Visi Indonesia 2030 adalah Anthony Salim atau konglomerat lain.

Visi ini juga bukan gagasan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mengapa peluncurannya harus di istana dan dihadiri oleh jajaran menteri dan dan para pimpinan lembaga tinggi negara? Karena periode terpenting dari Visi 2030 adalah 2005-2010, yang kebetulan menjadi tanggung jawab pemerintah sekarang.

Menyimak pro dan kontra Visi Indonesia 2030 secara sederhana bisa dilihat sebagai dua kelompok yang berbeda cara pandangnya. Pihak pertama, mereka yang pesimistis bahwa visi itu akan terlaksana melihat kondisi riil yang sama sekali tidak mendukung prediksi yang dikemukakan. Sementara “Indonesia Forum” melihatnya lewat pemikiran out of the box , sehingga dengan rasa optimisme yakin bahwa angka 18.000 dolar AS bukan hal yang mustahil.

Catatan persyaratannya memang panjang: reformasi perpajakan, reformasi birokrasi, reformasi sistem hukum, good governance dan ditunjang komitmen semua pihak. Akhirnya paling penting di atas semua itu adalah adanya pemimpin yang memiliki “a vision and strong leadership”.

Seperti dikatakan Maxwell: “The pessimist complains about the wind, the optimist expects it to change. The leader adjusts the sails (Yang pesimis merisaukan badai yang kencang. Yang optimis mengharap badai segera berlalu. Pemimpin mengatur arah layar agar tetap melaju.***

Penulis , pengurus Yayasan Indonesia Forum.

Kategori: filsafat · psikologis dan keluarga