Blognya lulusan SMAN Tegal tahun 80

Masukan dari April 2007

Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati

April 6, 2007 · 1 Komentar

Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati

Jangan Tidur Larut Malam

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!

Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.

Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama

2. Pola makan yang terlalu berlebihan.

3. Tidak makan pagi.

4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.

5. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.

6. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

7. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya,

Sebab:

@ Malam hari pk 9 – 11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) dibagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

@ Malam hari pk 11 – dini Hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

@ Dini hari pk 1 – 3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

@ Dini hari pk 3 – 5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak
merintangi proses pembuangan kotoran.

@ Pagi pk 5 – 7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

@ Pagi pk 7 – 9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang

Kategori: kesehatan

Mengobati batu empedu tanpa operasi

April 6, 2007 · & Komentar

Jakwirs Yth,
Terlampir ada tulisan, siapa tahu bermanfaat
Trims
Nur ‘Cucu’ Sutjahyo

Thu Feb 15, 2007 1:27 am (PST)
ada yang baru lagi neehhh….

Rekan dan para sahabat,

Indikasi awal kanker & tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung
empedu dengan batu.
Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi pada kondisi
tertentu akan jadi penyakit,
Artikel paling bawah ini telah memberi saya jalan keluar, dimana 4
dokter memastikan saya harus dioperasi.
Karena beberapa minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG
ternyata empedu saya penuh dengan batu.
Penuhnya Empedu dengan batu tdk akan kita ketahui dlm keadaan normal,
saya baru tahu setelah dokter melakukan USG Hati dan empedu.
Menurut Dokter : Operasi kantung empedu dgn mengangkat kantung empedu
dengan operasi besar ataupun laparaskopi.
Biaya yang akan kita keluarkan u/ operasi tsbt berkisar antara 40-60
juta. (Untuk operasi saja)

Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu-Nan,
bagaimana mengeluarkan batu
empedu tanpa operasi dan biaya sangat murah dan tidak merusak tubuh
kita.
Subhanallah saya telah mengikuti saran beliau dan alhamdulillah batu
empedu ku keluar semua tanpa operasi.
(Ini bukan detoxinasi, tapi seperti pembersihan perut).
Hasil USG saya empedu telah penuh dengan batu, setelah melakukan
treatment ini saya meminta USG kembali sebagai bukti.
Ternyata benar…kantung empedu saya kosong…

Entah bagaimana saya menyampaikan ucapan terimakasih ke Dr Lai
Chiu-Nan,
tapi saya cuma ingin me sharing pengalaman sesuai niat Dr Lai Chiu-Nan
membagi pengalam kepada saudara2 kita dengan gratis.

Saran :
Bagi yang sehat…cobalah, karena saat kita sakit akut ataupun
kronis…gak enak rasanya.
Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor

Fungsi hati dan empedu :
Menetralisir racun di tubuh, Empedu menetralisir lemak yang kita asup
ke dlam tubuh.
Keduanya saling berkaitan… kalau kedua2nya bersih…berarti kita
telah menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya.

Wasalam,

Sehat adalah milik kita semua..

Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu
kita.
============ ========= ========= ========= ===

MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
oleh Dr Lai Chiu-Nan

Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian
juga, ayolah beritahu pada orang lain.
Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini,
karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah
bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.

Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu
tahu karena kita hampir pasti mengindapnya.
Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker.
“Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama” kata
Dr.Chiu-Nan.
“Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di
Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena
kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya.

Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.
Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu
empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (‘nek, busung) sehabis
makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah
ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.”

Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang
dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah.
Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati,
karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah
apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah
apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu
empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.

2. Pada hari ke-enam jangan makan malam.
Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium
sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat.
Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat
membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.
Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak
wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya
sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya
batu empedu.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam
limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang,” menurut
Dr. Chiu-Nan. “Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50
sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin
memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini,
walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis…

Kemaren aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket
harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)

2. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.

3. Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk
mebuatnya.

Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas, kulitnya aku
buang.

Keran apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan
terkontaminasi sama pestisida… jadi aku buang kulitya,

Lalu aku potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas…jadi saat kita mau
makan, apelnya masih seger dan dingin.

4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp 2500 (Tempat obat)

Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga
25-30 ribu satu botol

Di Apotik juga ada, aku beli di sana karena dekat rumah

Guna Jeruk agar kita tidah muntah saat minum Minyak Zaitun, Jadi aduk
yang rata…karena sebelumnya adukanku tidak rata…sehingga eneg,
..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk
tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda…

Pokoknya Subhanallah. .. 3 Dokter suruh aku Operasi… dengan
traetment ini keluar batunya.

Kategori: kesehatan

Pesan dikomunikasikan

April 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakwir semua Yth
Sekedar lucu-2an
Trims
Nur ‘Cucu’ Sutjahyo

Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari Direktur hingga ke karyawan bawahan

Dari: Direktur – Kepada: General Manager
“Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi.
Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari.
Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta
untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan
fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa
melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja.”

Dari: General Manager – Kepada: Manager
“Sesuai dengan perintah Direktur, besok pada jam sembilan pagi akan ada
gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk
melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari
ini akan dijelaskan oleh Direktur di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita
lihat setiap hari.”

Dari: Manager – Kepada: Supervisor
“Sesuai dengan perintah Direktur, besok kita akan mengikuti peristiwa
hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi.
Direktur akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah
kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari.”

Dari: Supervisor – Kepada: Koordinator

“Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat
Setiap hari, Direktur, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan pagi.”

Dari: Koordinator – Kepada: Semua Staff

“Besok pagi, pada jam sembilan, Direktur akan menghilang. Sayang sekali,
kita tidak bisa lagi melihatnya setiap hari

Dari: Staff ke Staff

“Memang dia lebih baik pergi…”

Kategori: cerita-cerita lucu

Sang Alkemi

April 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sang Alkemi

Diadaptasi dari: Hazrat Inayat Khan

Pernahkah anda mendengar istilah Alkemi? Alkemi dikenal sebagai sebuah
ilmu yang mampu mengubah besi menjadi emas. Dalam banyak kisah, beberapa
orang menganggapnya sebagai sebuah sihir belaka, tetapi yang lain
percaya bahwa ilmu itu benar-benar ada. Dan, siapa yang tak tergiur
untuk bisa menguasai ilmu alkemi? Hanya dengan kemampuan alkemi, ia bisa
mengubah besi menjadi emas dan tentu menjadi kaya-raya.

Alkisah, di sebuah negara di Timur ada seorang Raja yang hendak mencari
orang yang benar-benar mengerti tentang alkemi. Sudah banyak orang
datang pada Raja, tetapi ketika diuji, mereka ternyata tidak mampu
mengubah besi menjadi emas.

Suatu ketika seorang menteri berkata pada Raja bahwa di sebuah desa
terdapat seseorang yang hidup sederhana dan bersahaja. Orang-orang di
sana mengatakan bahwa ia menguasai ilmu alkemi. Segera saja Raja
mengirimkan utusan untuk memanggil orang itu. Sesampainya di istana,
Raja mengutarakan maksudnya ingin mempelajari ilmu alkemi. Raja akan
memberikan apa yang diminta oleh orang itu.

Tetapi apa jawab orang desa itu, “Tidak. Saya tidak mengetahui sedikit
pun ilmu yang Baginda maksudkan.”

Raja berkata, “Setiap orang memberitahu aku bahwa engkau mengetahui
ilmu itu.”

“Tidak, Baginda,” jawabnya bersikeras. “Baginda mendapatkan orang yang
keliru.”

Raja mulai murka dan mengancam. “Dengarkan baik-baik!” kata Raja. “Bila
kau tak mau mengajariku ilmu itu, aku akan memenjarakanmu seumur hidup.”

“Apa pun yang Baginda hendak lakukan, lakukanlah. Baginda mendapatkan
orang yang keliru”

“Baiklah. Aku memberimu waktu enam minggu untuk memikirkannya. Dan,
selama itu kau akan dipenjara. Jika pada akhir minggu ke enam kau masih
berkeras hati, aku akan memenggal kepalamu.”

Akhirnya orang itu dimasukkan ke dalam penjara. Setiap pagi Raja datang
ke penjara dan bertanya, “Apakah kau telah berubah pikiran? Maukah kau
mengajariku alkemi? Kematianmu sudah dekat, berhati-hatilah. Ajari aku
pengetahuan itu.”

Orang itu selalu menjawab, “Tidak Baginda. Carilah orang lain. Carilah
orang lain yang memiliki apa yang Baginda inginkan, saya bukanlah orang
yang Baginda cari.”

Setiap malam ada seorang pelayan yang melayani orang itu dalam penjara.

Pelayan itu berkata bahwa Raja mengirimnya untuk melayani orang itu
sebaik-baiknya. Pelayan itu menyapu lantai serta membersihkan ruangan
penjara itu. Pelayan itu juga selalu mengantarkan makanan dan minuman
untuk orang itu, memberikan simpati kepadanya, melakukan apa saja yang
diminta oleh orang itu, dan bekerja apa saja selayaknya seorang pelayan.

Pelayan itu selalu menanyakan, “Apakah anda sakit? Apakah ada sesuatu
yang dapat saya lakukan untuk anda? Apakah anda lelah? Bolehkah saya
membersihkan tempat tidur anda? Maukah anda bila saya mengipasi anda
hingga anda tertidur, udara di sini panas sekali.” Dan, segala sesuatu
yang bisa pelayan itu lakukan, maka ia lakukan saat itu juga.

Hari terus belalu. Dan, kini tinggal satu hari lagi sebelum kepala
orang itu dipenggal. Pagi hari Raja mengunjungi dan berkata, “Waktumu
tinggal sehari.

Ini kesempatan bagimu untuk menyelamatkan nyawamu sendiri.”

Tetapi orang itu tetap saja berkata, “Tidak Baginda. Yang Baginda cari
bukanlah hamba.”

Pada malam hari, sebagaimana biasa pelayan itu datang. Orang itu
memanggil pelayan itu untuk duduk dekat dirinya kemudian diletakkan
tangannya di bahu pelayan itu dan berkata, “Wahai orang yang malang.
Wahai pelayan yang malang. Engkau telah berlaku sunguh baik terhadap
diriku. Kini aku akan membisikkan di telingamu sebuah kata tentang
alkemi. Sebuah kata yang akan membuatmu mampu mengubah besi menjadi
emas.”

Pelayan itu berkata, “Aku tak tahu apa yang kau maksudkan dengan alkemi.
Saya hanya ingin melayani anda. Saya sungguh sedih bahwa besok anda akan
dihukum mati. Itu sungguh mengoyak hatiku. Saya harap saya bisa
memberikan jiwa saya untuk menyelamatkan anda. Seandainya saya bisa,
sungguh saya sangat bersyukur.”

Sang alkemi menjawab, “Lebih baik aku mati daripada memberikan ilmu
alkemi ini kepada orang yang tidak layak menerimanya. Ilmu yang baru
saja aku berikan kepadamu dalam simpati, dalam penghargaan, dan dalam
cinta, tak akan kuberikan kepada Raja yang akan mengambil nyawaku besok.
Mengapa demikian?
Karena engkau pantas menerimanya, sedangkan Raja itu tidak.”

Esok harinya, Raja memanggil sang alkemi dan memberikan peringatan
terakhir.

“Ini adalah kesempatan terakhirmu. Kau harus mengajariku ilmu alkemi,
bila tidak lehermu harus dipenggal.”

Sang alkemi menjawab, “Tidak Baginda, anda mendapatkan orang yang
keliru.”

Raja pun, “Baiklah. Aku putuskan kau untuk bebas, karena kau telah
memberikan alkemi itu padaku.”

Sang alkemi keheranan, “Kepadamu? Saya tidak memberikannya pada Baginda
Raja. Saya telah memberikannya pada seorang pelayan.”

“Tahukah kau, bahwa orang yang melayanimu setiap malam adalah aku,”
jawab sang Raja.

Renungan Editor: Banyak orang menginginkan emas dalam hidupnya dengan
mempelajari alkemi. Tetapi saat ia mencapai tujuannya, bukan emas yang
ia temukan, justru ia sendiri menjadi emas itu.

Sumber: Spiritual Dimensions of Psychology

Kategori: filsafat

Laptop anggota DPR

April 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

UNTUNG NGGAK JADI…..SEHINGGA TUKUL NGGAK ADA SAINGAN

HUMOR ANGGOTA DPR DAN LAPTOP

Anggota DPR: “Mba, laptopnya salah.”
Customer Service: “Salah gimana pak?”
Anggota DPR: “Laptopnya nggak mau hidup.”
CS: “Sudah tekan tombol power pak?”
Anggota DPR: “Tombol powernya sebelah mana mba?”

****

Anggota DPR: “Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?”
Customer service: “Nggak bisanya kenapa?”
Anggota DPR: “Saya ketik HYPERLINK ” www.playboy. com ” www.playboy. com ,
gambarnya nggak keluar.”
Customer service: “Pesan errornya apa pak?”
Anggota DPR: “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di
addressnya, nggak muncul gambar sama sekali.”

Customer service: “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?”
Anggota DPR: “Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet
explorer).”
Customer service: “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu
cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada
yang salah.”
Anggota DPR: “ISP itu apa sih mba?”
Customer service: “Wah ini sih 50 x 2 pak..”
Anggota DPR: “Apa tuh mba?”
Customer service: “CAPE’ DEH!!”

******

Anggota DPR: “Mba’ saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa
ya?”
Customer service: “Nggak bisa kenapa pak?”
Anggota DPR: “Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8
karakter”

Customer service: “Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf.”
Anggota DPR: “Oooo…oke deh.., saya coba dulu.”
Anggota DPR: “Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka
8 atau ejaan delapan?”
Customer service: “Maksudnya?”
Anggota DPR: “Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi
bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf
‘delapan’.”

Customer service: “Ketik ini aja pak..C Spasi D.”
Anggota DPR: “Apa tuh?”
Customer service: “CAPE’ DEH !!!”

****

Anggota DPR: “Mba’ kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS: “Ada dvd playernya kan pak?”
Anggota DPR: “Sebelah mana tuh mba?”
CS: “Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya
nanti, piringan discnya keluar.”
Anggota DPR: “Ooooo…. yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh
kemarin.”
CS: “Kok bisa patah?”
Anggota DPR: “Saya kira tempat buat naruh gelas minuman.”

******

Anggota DPR: “Komputer saya rasanya kena virus”
CS: “Virus apa tuh pak?”
Anggota DPR: “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada
tulisan kennot fain printer.”
CS: “Itu mungkin salah setting pak.”
Anggota DPR: “Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi
sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap
aja dia terus-terusan “searchng printer not found.” Kayanya webcamnya rusak,
nggak bisa lihat printer.”

CS: “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape..”
Anggota DPR: “Lho..kok begitu?”
CS: “TAPE DEH !!!!”

********

Anggota DPR: “Mba, kalau mau baca blognya artist TIARA LESTARI yang foto
bugil di Playboy Luar Negeri dimana ya?”
CS: “Bapak cari aja di google.”
Anggota DPR: “Tapi TIARA LESTARI nggak kerja di google kok mba, saya tahu
persis.”

Capeeek deeehhh….. ……… …. !!!!

Kategori: cerita-cerita lucu

Berburu Harta Soeharto Inc

April 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Barangkali ada yang belum baca Kompas…
Perlu dibaca biar jangan lupa…
Tks
————————————————–

Kompas, Senin, 26 Maret 2007

Berburu Harta Soeharto Inc

M Fadjroel Rachman

Anda pasti percaya karena tidak mungkin mantan presiden berbohong sampai
dua kali bukan? Tetapi sekarang Anda pasti terkejut, harta siapakah senilai
36 juta euro atau Rp 435 miliar yang dibekukan Banque Nationale de Paris
(BNP) Paribas cabang Guernsey oleh Finance Intelligence Service, pengawas
pergerakan uang di Inggris? Dana tersebut dicurigai milik Soeharto!

Garnet Investment Limited milik Tommy Soeharto sekarang berebut dengan
Pemerintah Indonesia melalui Pengadilan Distrik Guernsey, Inggris. Namun,
uang “Tommy Soeharto” sebesar Rp 90 miliar atau 10 juta dollar AS yang juga
dibekukan oleh BNP Paribas cabang London sudah ditransfer melalui rekening
Direktorat Administrasi Hukum Umum Departemen Hukum dan Perundang-undangan,
yang “dipinjamkan” Menteri Yusril Ihza Mahendra, mantan penulis pidato
(ghost writer) Soeharto, dan diurus kantor pengacara miliknya, Ihza & Ihza.
Pada Februari 2005, uang tersebut mengalir ke rekening negara tersebut
ketika Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dipimpin Hamid Awaludin.

Tampaknya, semua uang, baik di London maupun Guernsey, adalah uang yang
ditransfer Tommy Soeharto pada 22 Juli 1998 senilai 60 juta dolar AS, dua
bulan setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998. Kenapa BNP Paribas
Guernsey ngotot menahannya, dan Pemerintah Indonesia ngotot mengambil alih,
Marty Natalegawa, Duta Besar Indonesia di Inggris, mengatakan kepada
Financial Times (22/1) bahwa “the money is beneficially owned by the
Republic of Indonesia because it was obtained by corrupt use of power
during the Soeharto era.”

Harta Soeharto Inc

Kerajaan bisnis Tommy, bagian dari Soeharto Inc, bagaikan laba-laba
raksasa, berkembang di antaranya dengan perlindungan Soeharto melalui
Inpres No 2 Tahun 1996 dan Keppres No 42 Tahun 1996 tentang Mobil Nasional,
atau Keppres No 8/1980 tentang Tata Niaga Cengkeh. Masyarakat Transparansi
Indonesia pada 1999 mengkaji ada 79 keppres berindikasi penyalahgunaan
kekuasaan (abuse of power), yang dikeluarkan Soeharto dari 528 keppres
rezim Soeharto-Orde Baru pada periode 1993-1998.

Perusahaan induk Tommy Soeharto adalah PT Humpuss, memiliki 48 perusahaan
di dalam negeri pada industri perdagangan, produk metal, kehutanan, kimia,
makanan dan minuman, jasa, properti/perkantora n/perbelanjaan, konstruksi,
transportasi dan otomotif, farmasi, dan keuangan. Sementara itu, di luar
negeri, 14 perusahaan tersebar di Singapura, Panama, Liberia, Hongkong, dan
Cayman Islands. Nama-nama perusahaan tersebut tercatat sebagai bukti hukum
ketika terjadi gugatan Soeharto terhadap majalah Time, yang dimenangi Time
(Penerbit Buku Kompas, 2001). Perusahaan Garnet Investment Limited berbasis
di Tortola, British Virgin Islands, belum tercatat di dalamnya.

Ada beberapa pola penyelamatan harta Soeharto Inc pascalengsernya Soeharto.
Pertama, membuat perusahaan baru di dalam dan luar negeri. Kedua,
menitipkan uang kepada para konglomerat atau pengusaha sahabat keluarga.
Ketiga, membeli saham perusahaan lain di pasar modal dalam dan luar negeri.
Keempat, mematikan perusahaan lama dan memindahkan asetnya ke perusahaan
baru. Kelima, menyimpan aset tunai ke perbankan atau lembaga keuangan asing
dengan nama rekanan asing atau perusahaan baru seperti Garnet Investment
Limited.

Soeharto Inc memiliki sekitar 350 perusahaan di dalam dan luar negeri.
Pemiliknya enam anak Soeharto dan satu cucu, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana,
Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi, Hutomo
Mandala Putra, Siti Hutami Endang Hadiningsih, dan Ari Harjo Wibowo (cucu).

Sikap mendua

BNP Paribas cabang Guernsey dan Finance Intelligence Service berjasa besar
membuka ingatan kita tentang kejahatan korupsi Soeharto Inc yang secara
sistematis dilupakan oleh pihak eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
Bahkan Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI dan Ketua Umum Partai Golkar,
mengatakan bahwa harta Tommy Soeharto tidak bermasalah, mendahului
keputusan Pengadilan Distrik Guernsey.

Nah, di tengah sikap mendua para pejabat tinggi terhadap Soeharto, dari
pembelaan Jusuf Kalla atas asal-usul harta Soeharto Inc dan Jaksa Agung
yang sudah mengeluarkan SKP3 untuk Soeharto, tentu publik sangat sangsi
terhadap tekad Jaksa Agung memburu harta Soeharto Inc. Di tengah kesangsian
tersebut, berapakah sebenarnya nilai harta Soeharto Inc yang perlu diburu?

Transparency International menempatkan Soeharto sebagai pemimpin politik
terkorup di dunia, perkiraan korupsi senilai 35 miliar dollar AS (2004),
Newsweek (Januari 1998) memperkirakan 40 miliar dollar AS, dan majalah
Forbes menobatkan Soeharto sebagai orang terkaya keempat di dunia (28 Juli
1997). Perkiraan moderat harta Soeharto Inc adalah 60 miliar dollar AS plus
bunga tentu saja!

Jadi, uang di Guernsey dan London hanya uang recehan bagi Soeharto Inc.
Jika uang 10 juta dollar AS dari BNP London sudah kembali ke Indonesia, di
mana sekarang disembunyikan? Jika berada di bank pemerintah atau swasta di
Jakarta, kenapa tidak dikejar oleh Jaksa Agung? Tentu lebih mudah mengejar
dan mengambil alihnya daripada di luar negeri? Bukankah aset Soeharto Inc
bertaburan di Indonesia, di Jakarta saja dengan mudah siapa pun bisa
menunjuknya secara langsung.

Apabila harta Soeharto Inc di dalam negeri tidak diburu, Jaksa Agung akan
membenarkan pepatah “kuman di seberang lautan nampak, sedangkan gajah di
pelupuk mata tidak nampak”. Jangan tanggung, jangan kepalang, mari kita
berburu semua harta Soeharto Inc di dalam dan luar negeri?seperti dilakukan
Pemerintah Filipina terhadap harta Marcos?untuk kesejahteraan rakyat
Indonesia yang digulung bencana, busung lapar, dan kemiskinan. Tentu
hasilnya tidak untuk membantu 550 anggota DPR yang sedang berpesta laptop,
atau studi banding ke luar negeri di tengah kesengsaraan rakyat sekarang ini.

Perkara Soeharto Inc memang perkara kakap. Tak pernah terjadi di mana pun
rekening pemerintah, celakanya lagi rekening Departemen Hukum dan HAM,
dipakai oleh “pemimpin politik terkorup di dunia dan keluarganya” ,
diperlakukan layaknya rekening pribadi. Ini betul-betul skandal politik
paling memalukan dan penyalahgunaan kekuasaan secara telanjang!

Siapa pun yang terlibat mesti bertanggung jawab secara hukum, dan Mensesneg
Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin seharusnya
mengundurkan diri/diberhentikan untuk menjaga integritas moral dan politik
pemerintah.

Saatnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertindak tegas!
Mungkinkah? Perombakan kabinet adalah cara terbaik saat ini. Jangan ragu,
jangan bimbang, kesejahteraan rakyat lebih utama daripada sekadar kursi
kekuasaan. Tidak terpilih lagi pada Pemilu 2009 karena kebijakan yang
berpihak kepada rakyat adalah lebih baik daripada dikenang sebagai presiden
yang mengkhianati cita-cita kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.

Saatnya SBY menjadi negarawan, bukan sekadar politisi yang medioker. Selain
kewajiban kita, warga negara Indonesia, untuk tidak lupa dan tidak
membiarkan pejabat negara berkongkalikong menyelamatkan harta (daripada)
Soeharto Inc. Mari berburu harta Soeharto Inc!

M Fadjroel Rachman Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara
Kesejahteraan( Pedoman Indonesia

Kategori: pengalaman hidup

good governance ala Jepang

April 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakwirs, hal2 yang baik tidak ada salahnya ditiru. Tulisan tentang beberapa kejadian di Jepang barangkali bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk melakukan beberapa perbaikan di tempat kita sendiri. Kita mulai dari diri kita sendiri, dengan hal-hal yang sederhana dulu dan mulai saat ini juga. Nggak usah melihat hal-hal yang berada diluar jangkauan kita untuk memperbaiki.
Mungkin Dwi bisa nambahin pengalaman cerita-cerita positip selama hidup di jepang.
Tks
wassalam
arko..

good to read.
______________

Tulisan ini tidak bertutur tentang legenda Bangsa Samurai dahulu kala; namun berkisah tentang Jepang saat ini. Dongeng di sini berarti sesuatu yang mengherankan bila disandingkan dengan kondisi keseharian di tanah air. Meski Jepang bukanlah negeri dongeng yang sempurna, ada nilai-nilai kebaikan universal terealisir yang menarik untuk disimak dan diaplikasikan di tanah air tercinta. Tulisan ini merupakan fragmentasi keseharian saya, istri, dan beberapa kawan dekat kami di Jepang.

Kantor pemerintahan dan pelayanan publik

Anda pernah melihat sekelompok semut? Nah, begitulah kira-kira situasi kantor pemerintahan daerah di Jepang. Tidak ada “semut” yang diam termangu, apalagi membaca koran; seluruh karyawan kantor senantiasa bergerak, dari saat bel mulai kerja hingga pulang larut malam. Tak habis pikir, saya tatap dalam-dalam “semut-semut” yang sedang bekerja tersebut; kadang kala saya curi pandang: jangan-jangan mereka sedang ber-internet ria seperti kebiasaan saya di kampus. Ingin saya mengetahui makanan apa gerangan yang dikonsumsi para pegawai itu sehingga mereka sanggup berjam-jam duduk, berkonsentrasi, dan menatap monitor yang bentuknya tidak berubah tersebut. Tata ruang kantor khas Jepang: mulai pimpinan hingga staf teknis duduk pada satu ruangan yang sama – tanpa sekat; semua bisa melihat bahwa semuanya bekerja. Satu orang membaca koran, pasti akan ketahuan. Aksi yang bagi saya dramatis ini masih ditambah lagi dengan aksi lari-lari dari pimpinan ataupun staf dalam me layani masyarakat. Ya, mereka berlari dalam arti yang sesungguhnya dan ekspresi pelayanan yang sama seriusnya. Wajah mereka akan menatap anda dalam-dalam dengan pola serius utuh diselingi dengan senyuman. Saya hampir tak percaya dengan perkataan kawan saya yang mempelajari sistem pemerintahan Jepang, bahwa gaji mereka – para “semut” tersebut – tidak bisa dikatakan berlebihan. Sesuai dengan standard upah di Jepang. Yang saya baca di internet, mereka memiliki kebanggaan berprofesi sebagai abdi negara; kebanggaan yang menutupi penghasilan yang tidak berbeda dengan profesi yang lain.

Menyandang status mahasiswa, saya mendapatkan banyak kemudahan dan fasilitas dari pemerintah Jepang. Untuk mengurus berbagai keringanan tersebut, saya harus mendatangi kantor kecamatan (kuyakusho) atau walikota (shiyakusho) setempat. Beberapa dokumen harus diisi; khas Jepang: teliti namun tidak menyulitkan. Dalam berbagai kesempatan saya harus mengisi kolom semacam: apakah anda melakukan pekerjaan sambilan (arubaito = part time job), apakah anak anda tinggal bersama anda (untuk mengurus tunjangan anak), dsb. Dan dalam banyak hal, pertanyaan-pertanya an tersebut cukup dijawab dengan lisan: ya atau tidak. Tidak perlu surat-surat pembuktian dari “RT, RW, Kelurahan” dsb. Saya percaya bahwa sistem yang baik selalu mensyaratkan kejujuran. Sistem berlandaskan kejujuran akan cepat maju dan meningkat, sekaligus sangat efisien.

Mengetahui bahwasanya saya adalah orang asing yang kurang lancar berbahasa Jepang, saya mendapatkan “fasilitas” diantar kesana-kemari pada saat mengurus berbagai dokumen untuk mengajukan keringanan biaya melahirkan istri saya. Hal ini terjadi beberapa kali. Seorang senior saya pernah mengatakan, begitu anda masuk ke kantor pemerintahan di Jepang, maka semua urusan akan ada (dan harus ada) solusinya. Lain hari saya membaca prinsip “the biggest (service) for the small” yang kurang lebih bermakna pelayanan dan perhatian yang maksimal untuk orang-orang yang kurang beruntung.

Pameo “kalau ada yang sulit, mengapa dipermudah” tidak saya jumpai di Jepang. Pada suatu urusan di kantor walikota (shiyakusho) saya diminta untuk menyerahkan surat pajak penghasilan. Saya mengatakan bahwa saya sudah pernah, di masa yang lalu, menyerahkan surat yang sama ke bagian lain di kantor tersebut. Saya sudah siap dan pasrah seandainya mereka menjawab bahwa saya harus mengurus kembali surat tersebut ke kantor kecamatan sebelum saya pindah ke kota ini. Agak tertegun sekaligus lega mendapat jawaban bahwa staf divisi tersebut akan mendatangi divisi lain tempat saya pernah menyerahkan dokumen pajak saya sekian bulan yang lalu. Dia akan mengkopinya dari sana. Ambil jalan yang mudah, namun tetap mengedepankan ketelitian. Itulah yang saya jumpai di Jepang.

Berstatus mahasiswa yang berkeluarga (baca: harus berhemat), kami sempat terkejut melihat tagihan listrik bulanan yang melonjak hingga 10 kali lipat. Setelah melakukan pengusutan sederhana, tahulah kami bahwa ada kesalahan pencatatan meter listrik oleh petugas – sebuah kesalahan yang tidak umum di negeri ini. Segera saat itu pula saya telpon perusaan listrik wilayah Kansai untuk mengkonfirmasikan kesalahan tersebut. Berkali-kali kata sumimasen (yang bisa pula berarti maaf) keluar dari mulut operator telepon. Saya menganggapnya sudah selesai, karena operator berjanji untuk segera melakukan tindak lanjut. Belum berapa lama meletakkan tas di laboratorium pagi itu, istri menelpon dari rumah perihal kedatangan petugas listrik untuk meminta maaf dan menarik slip tagihan. Setibanya di rumah malam harinya, baru tahulah saya bahwa yang datang bukanlah sekelas petugas lapangan (dari kartu nama yang ditinggalkannya) dan tahulah saya bahwa dia tidak sekedar meminta maaf, karena bingkisan berisi sabun dan shampo merk cukup terkenal menyertai kartu nama petugas tersebut. Saya hanya berharap, waktu itu, bahwa petugas pencatat yang keliru tidak akan bunuh diri. Karena kekeliruan dalam bekerja, secara umum, menyangkut kehormatan di negara ini.

Saya mengetahui dari sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jepang akan sebuah paradigma “Bila anda datang ke kantor pada pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor di Jepang) dan pulang pada pukul 17.00 (jam resmi pulang kantor di Jepang), maka atasan dan kawan-kawan anda akan mengatakan bahwa anda tidak memiliki niat bekerja”. Saya membuktikan pameo tersebut, karena setiap hari saya bersepeda melintasi kantor walikota (shiyakusho). Sebagian besar lampu di kantor itu masih menyala hingga pukul 20.00. Dan beberapa kali saya jumpai staf kantor tersebut memasuki stasiun kereta, juga sekitar pukul 20.00. Hal ini berarti, mereka semua memiliki niat bekerja – versi Jepang.

Pasar, pertunjukan kejujuran dan perhatian

Suatu kali pernah kami membeli sebungkus buah-buahan dengan bandrol murah; favorit bagi kalangan mahasiswa asing seperti saya. Saya sudah mengetahui bahwa ada sedikit cacat (gores atau bekas benturan) pada permukaan beberapa buah-buahan – sesuai dengan harga murah yang disematkan padanya. Pada saat kami hendak membayar buah tersebut, penjual buah buru-buru menerangkan dan menunjuk-nunjuk kondisi sedikit cacat pada beberapa buah-buahan tersebut, dan kembali memastikan niat kami membelinya. Sembari tersenyum, tentu saja kami mengatakan “daijobu” (tidak apa-apa), karena kami sudah melihatnya dari awal. Beberapa kawan kami mengiyakan pada saat kami menceritakan kejadian yang bagi kami cukup mengherankan ini; ini berarti sikap jujur tersebut tidak dimonopoli oleh satu-dua pedagang. Mereka mengerti betul bahwa kejujuran adalah prasyarat utama keberhasilan dalam berdagang. Tidak perlu meraup untung sesaat dalam jumlah besar, bila nantinya akan kehilangan pelanggan.

Hingga hari ini, pada saat bertransaksi di kasir, kami selalu menerima uang kembalian dalam jumlah yang utuh – sesuai dengan yang tertera pada slip pembayaran. Tidak kurang, meski hanya satu yen (mata uang terkecil di Jepang). Tidak ada “pemaksaan” untuk menerima permen sebagai pengganti nominal tertentu. Selain kagum dengan praktek berdagang yang baik ini, kami sekaligus kagum dengan sistem perbankan Jepang yang mampu menyediakan uang recehan untuk pedagang dan vending machine (mesin penjual otomatis) di se-antero Jepang. Meski bagi sebagian kalangan, uang kembalian terlihat “sepele”; hal ini bisa menyebabkan ketidakikhlasan pembeli terhadap transaksi jual-beli.

Istri saya selalu berbelanja bersama anak-anak; dan karena “keriangan” anak-anak, pada beberapa kasus, pak telur atau buah-buahan bisa meluncur ke lantai. Dua kali terjadi beberapa telur dalam satu pak pecah akibat keriangan anak-anak, dan satu kali melibatkan buah yang mudah penyok. Pada semua kejadian tersebut, petugas supermarket melihat dan segera mengganti barang-barang tersebut dengan yang baru. Padahal kami datang dengan wajah lelah dan pasrah untuk membayarnya, karena kami menyadari benar bahwa ini adalah kelalaian kami. Bahkan pada satu kasus, barang tersebut sudah dibayar istri saya. Pada saat kami menerangkan bahwa ini semua ketidaksengajaan anak-anak kami, dengan ramah petugas supermarket menyahut “daijobu yo” (tidak apa-apa).

Pada saat berkesempatan mengunjungi sebuah negara lain di Asia untuk sebuah konferensi, saya baru menyadari keramahtamahan petugas supermarket di Jepang. Di Jepang, bila anda menanyakan keberadaan sebuah barang, maka petugas tidak sekedar memberi arah petunjuk pada anda, namun dia akan mengantarkan anda hingga berjumpa dengan barang yang dicari; dan petugas baru akan meninggalkan anda setelah memastikan bahwa everything is ok.

Hal ini tidak berarti bahwa jumlah petugas supermarket di Jepang demikian banyaknya hingga mereka berkesempatan jalan-jalan di dalam supermarket yang sangat besar; justru sebaliknya, jumlah petugas selalu sesuai benar dengan kebutuhan, dan mereka selalu bergerak – seperti semut. Di sebuah toko elektronik, seorang petugas yang menjelaskan spesifikasi komputer yang anda tanyai adalah juga kasir tempat anda membayar serta petugas yang melakukan packing akhir terhadap komputer yang anda beli.

Polisi, sistem yang bekerja dan melindungi

Kami sempat terheran-heran manakala pertama menginjakkan kaki di Kobe demi melihat postur polisi dan kendaraannya yang tidak lebih gagah dibandingkan dengan petugas pos di Indonesia . Benar, ini bukan metafora.

Memang ada pula polisi di tingkat prefecture (propinsi) yang gagah mengendarai motor besar bak Chip – ini jumlahnya sedikit. Namun polisi kota besar seukuran Kobe – salah satu kota metropolis di Jepang, posturnya tidak segagah polisi yang sering saya jumpai di jalan-jalan Republik. Anda tentu menganggap saya sedang bergurau bila saya mengatakan bahwa motor polisi di Kota Kobe dan Ashiya serupa benar dengan bebek terbang tahun 70-an. Saya tidak bergurau.

Ini Kobe dan Ashiya, dua kota di negara macan ekonomi dunia. Bebek terbang tersebut dilengkapi dengan boks besi di bagian belakang – mirip dengan petugas pengantaran barang kiriman. Namun, sekali bapak atau mbak polisi ini menghentikan kendaraan, tidak pernah saya melihat ada diantaranya yang berusaha lari. Tidak ada gunanya lari di negara dengan sistem network yang sangat baik ini. Ke mana pun anda lari, kesitu pula polisi dengan uniform yang serupa akan menghampiri anda. Pelan namun pasti. Saya akhirnya mafhum, bahwa polisi di sini lebih pada fungsi kontrol dan pengambilan keputusan (decision maker) – kedua fungsi ini memang tidak mensyaratkan badan yang harus berotot dan berisi. Tak heran saya melihat mas-mas polisi muda berkacamata melakukan patroli dengan bebek terbangnya. Mereka hanya perlu melihat, mengawasi, dan mengambil keputusan. Selebihnya, sistem yang akan bekerja.

Lingkungan hidup dan transportasi

Jepang bukanlah negara dengan penduduk kecil. Populasi negara ini hampir separuh populasi Republik tercinta. Di sisi lain, wilayah negara ini didominasi oleh pegunungan yang sulit untuk dihuni. Pegunungan yang tetap hijau, membuat saya menduga bahwa Pemerintah Jepang memang sengaja membiarkan kehijauan melekat pada daerah pegunungan tersebut. Tokyo adalah kota besar dengan jumlah penduduk terbesar se-dunia, mengalahkan New York dan berbagai kota besar di mancanegara. Besarnya penduduk, sempitnya dataran yang bisa dihuni, dan tingginya tingkat ekonomi mensiratkan dua hal: kerapian dan kebersihan.

Anda akan sangat kesulitan menjumpai sampah anthrophogenik (akibat aktivitas manusia) di jalan-jalan di Jepang. Kemana mata anda memandang, maka kesitulah anda akan tertumbuk pada situasi yang bersih dan rapi. Orang Jepang meletakkan sepatu/alas kaki dengan tangan, bukan dengan kaki ataupun dilempar begitu saja. Mereka menyadari bahwa ruang (space) yang mereka miliki tidak luas, sehingga semuanya harus rapi dan tertata. Sepatu dan alas kaki diletakkan dengan posisi yang siap untuk digunakan pada saat kita keluar ruangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik mereka yang senantiasa well-prepared dalam berbagai hal. Kadang saya menjumpai kondisi yang ekstrim; seorang pasien yang sedang menunggu giliran di depan saya berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya sendiri. Saya tahu bahwa ruang periksa di hadapan kami bukan ditempati psikiater ataupun neurophysicist. Belakangan saya tahu dari kawan yang belajar di bidang kedokteran, boleh jadi pasien tersebut sedang mempersiapkan dialog dengan dokternya.

Transportasi di Jepang didominasi oleh angkutan publik, baik bus, kereta (lokal, ekspres, super ekspres), shinkansen, dan pesawat terbang (antar wilayah). Baiknya sistem dan sarana transportasi di Jepang membuat anda tidak perlu berkeinginan untuk memiliki kendaraan sendiri – kecuali bila anda tinggal di country-side yang tidak memiliki banyak alat transportasi umum. Kereta dan shinkansen (kereta antar kota super ekspres) mendominasi moda transportasi di Jepang. Sebuah sumber yang saya ingat menyebutkan bahwa kepadatan lalu lintas kereta di Jepang adalah yang tertinggi di dunia. Di Jepang, kereta dan shinkansen digerakkan menggunakan listrik. Hal ini tidak menyebabkan polusi udara di perkotaan, karena listrik diproduksi terpusat. PLTN sebagai salah satu sumber pemasok utama energi listrik di Jepang, tentu saja, juga berkontribusi pada rendahnya polusi udara karena, praktis, PLTN tidak mengemisikan CO2.

Nasehat “tengoklah dulu kiri dan kanan sebelum menyeberang jalan” mungkin tidak sangat penting untuk diterapkan bila anda menyeberang di tempat yang telah disediakan di Jepang. Anda cukup menunggu lambang pejalan kaki berubah warna menjadi hijau; insya Allah anda akan selamat sampai ke seberang – tanpa perlu menengok kiri dan kanan. Saat berkesempatan mengunjungi kota besar lain di Asia, kebiasaan menyeberang ala Jepang sempat membuat saya hampir terserempet motor; lampu hijau saja ternyata tidaklah cukup di kota ini.

Kesehatan dan rumah sakit

Jepang mengerti benar bahwa orang-orang yang sehatlah yang lebih mampu memajukan bangsa dan negaranya. Mahasiswa di tempat saya belajar, Kobe University , wajib melakukan pemeriksaan kesehatan (gratis) setahun sekali. Fasilitas kesehatan di Jepang mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah. Sebagai orang asing, mahasiswa pula, kami dianjurkan untuk mengikuti program asuransi nasional. Dengan mengikuti program ini, kami hanya perlu membayar 30% dari biaya berobat. Dari yang 30% tersebut, sebagai mahasiswa asing, saya akan mendapatkan tambahan potongan sebesar 80% (yang belakangan turun menjadi 35%) dari Kementrian Pendidikan Jepang.

Berstatuskan mahasiswa, kami membayar premi asuransi per-bulan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang kebanyakan. Dari laporan rutin yang dikirimkan oleh pihak asuransi kepada kami, tahulah saya bahwa ongkos berobat kami selalu (jauh) lebih besar dari premi asuransi yang saya bayarkan setiap bulannya. Berbekal kartu asuransi nasional, datang ke rumah sakit ataupun ke klinik swasta bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga kami di Jepang.

Jangan membayangkan bahwa pihak rumah sakit atau klinik swasta akan memberikan perlakuan yang berbeda kepada para pemegang kartu asuransi – apalagi untuk kami yang mendapatkan kartu tambahan khusus keluarga tidak mampu. Para dokter dan perawat melayani dengan keramahan yang tidak berkurang serta prosedur yang sama sederhananya. Keramahan di sini berarti keramahan yang sebenar-benarnya.

Baik anda kaya ataupun miskin, proses masuk dan keluar dari rumah sakit di Jepang adalah sama mudahnya. Saat istri melahirkan di rumah sakit pemerintah di Ashiya, saya disodori formulir yang berisi opsi pembayaran: tunai, lewat bank, dll. Tidak menjadi sebuah keharusan bagi seorang pasien untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran di hari dia harus keluar dari rumah sakit. Alhamdulillah kami mendapatkan keringanan biaya melahirkan dari Pemerintah Kota Ashiya; selain bisa melenggang dari rumah sakit tanpa bayar pada hari itu, tagihan dari Kantor Walikota (setelah dipotong subsidi dari pemerintah) juga baru datang dua bulan kemudian. Saling percaya adalah kuncinya.

Yuli Setyo Indartono

Mahasiswa S3 di Graduate School of Science and Technology, Kobe University , Japan .

Peneliti Istecs dan Ketua Teknologi Energi INDENI www.indeni.org .

E-mail: indartono@yahoo.com

Kategori: pengalaman hidup

Mimpi, perlukah ?

April 6, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakwirs kabeh, tulisane Kwik Kian Gie biasane menarik untuk disimak dan direnungkan.
Di tulisan dibawah yang diomongkan memang tentang negara, tapi sebenarnya berlaku juga bagi individu/pribadi/keluarga.

Mimpi itu penting, tapi harus dikuti dengan upaya. Bappenas nggak berani mengeluarkan mimpi-mimpinya mungkin karena tidak yakin akan ada upaya yang bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. Tapi kalau nggak ada mimpi ya nggak akan pernah jelas apa yang akan dituju…
Pada tataran yang lebih simpel –> pribadi/individu, mimpi juga merupakan hal yang sangat penting. Kita akan jadi seperti apa 10 tahun yang akan datang juga tergantung ‘mimpi’ kita dan upaya mewujudkan mimpi tersebut dan potensi yang kita miliki.
Namun mimpi juga perlu mempertimbangkan potensi yang dimiliki. Yang paling pas kalo mimpinya pas sesuai potensi dan usahanya. Angger ngimpine keduwuren mungkin dadine malah stress, angger ngimpine terlalu rendah eman-eman potensine ya…

Tks
wassalam
arko..

———————————————————————–
Bisnis Indonesia 02 April 2007

Saya mimpi demokrasi & visi 2030

Ada dua ungkapan penting dari dua orang penting di negeri ini
belakangan ini.

Pertama, pidato pengukuhan Dr Boediono, Menko Perekonomian, sebagai
guru besar pada Universitas Gajah Mada. Kedua, peluncuran buku Visi
Indonesia 2030 oleh Yayasan Indonesia Forum.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan kata ‘mimpi’ saat
menyampaikan sambutannya pada acara Yayasan Indonesia Forum. Kepala
Negara mengatakan, “kita tidak perlu malu bermimpi.”

Setelah membaca buku visi tersebut, dalam tidur saya mimpi. Saya
hidup dalam Kerajaan Mimpi dengan pendapatan nasional per kapita
(PNPK) US$20.000. Maka negara itu demokrasinya sudah mantap.
Menurut sang guru besar yang baru, tetapi sudah lama mengurus negara
dalam berbagai kapasitas, kalau pendapatan per kapita telah melampaui
angka tertentu, demokrasinya sudah mantap. Dalam Kerajaan Mimpiku,
pendapatan per kapita jauh melampaui angka yang disebutnya, karena
sudah mencapai US$20.000.

Kerajaan Mimpiku sebuah kerajaan mutlak, dengan sang raja beserta
seluruh keluarganya mempunyai kekuasaan absolut untuk berbuat apa
saja. Maka sang raja membagi pendapatan nasional sebesar US$2 triliun
itu kepada keluarga besarnya, yang terdiri dari 100 orang, sebesar
US$1,5 triliun. Sisanya, yang US$500 miliar, dibagikan kepada seluruh
rakyat dikurangi 100 anggota keluarga besar raja, atau sebanyak
99.999.900 orang.

Pendapatan rata-rata 100 anggota keluarga kerajaan sebesar US$15
miliar per tahun, sedangkan rakyat yang berjumlah 99.999.900 orang,
masing-masing memiliki pendapatan sebesar US$5.000 per tahun.

Dalam pidato pengukuhan Boediono, terdapat empat kalimat yang isinya
sama, yaitu “pendapatan itu menyentuh dan dapat dinikmati oleh
sebagian besar rakyat”, yang olehnya diistilahkan “broad base.”
Nalarnya kira-kira begini. Kalau pendapatan setiap orang tinggi,
jiwanya tentu juga matang dan sudah berpendidikan, maka bisa
berdemokrasi atau menikmati kebebasan secara bertanggung jawab.
Itulah sebabnya, menurut sang mahaguru, pembagian pendapatan per
kapita yang harus tinggi itu juga harus merata agar demokrasi bisa
selamat.

Dalam Kerajaan Mimpiku, pendapatan per kapita memang tinggi, yaitu
US$20.000, tetapi tidak dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat.
Kaum ningrat menikmati pendapatan US$15 miliar, sedangkan mayoritas
rakyat hanya US$5.000 per tahun.

Monarki mutlak

Itulah sebabnya di Kerajaan Mimpiku tidak ada demokrasi. Yang ada
adalah monarki mutlak. Saya kepingin demokrasi. Maka saya juga
mengatakan hal yang sama.

Perdana Menteri Kerajaan Mimpiku mirip Bung Karno. Dia bertanya,
“Bagaimana caranya memperoleh apa yang anda artikan dengan broad
base?” Ketika saya bengong, Perdana Menteri membuka sepatu dan kaos
kakinya. Dia menunjuk jempol kakinya sambil mengatakan: “Dat weet
mijn grote teen ook.” Artinya, “Kalau ngomong-nya cuma begitu, jempol
kakiku juga tau.”

Tak lama kemudian, di Istana Presiden RI berkumpul sebagian kecil
elite bangsa yang tergabung dalam Yayasan Indonesia Forum. Yayasan
ini memberi perintah kepada perguruan tinggi dan lembaga-lembaga
penelitian yang paling terkenal. Dikatakan bahwa pada 2030 bangsa
Indonesia menjadi anggota lima besar ekonomi dunia.

Rakyat negeri ini dalam kondisi menganggur, miskin, kekurangan
makanan dan pelayanan kesehatan yang paling mendasar. Mereka bertanya-
tanya: “Bagaimana jalannya menuju ke sana.” Sang Presiden mengatakan:
“Jangan malu bermimpi.”

Malam harinya saya bermimpi lagi. Ketika terbangun, saya meneruskan
mimpiku dengan melamun. Betapa enaknya kalau menjadi orang kaya
dengan pendapatan per kapita US$18.000 per tahun. Berbagai macam hal
yang menyenangkan saya lakukan sambil tersenyum simpul.

Sayangnya, pada 2030 saya pasti sudah mati. Saya tersenyum lagi ingat
kata-kata ekonom kondang John Maynard Keynes yang mengatakan “in the
long run we are all dead.”

Saya mendapatkan buku yang dibagikan di Istana Presiden berjudul Visi
Indonesia 2030. Bagian terbesar dari nama yang tercantum di buku itu
adalah nama-nama beken.

Berkeley Mafia

Tetapi ada banyak catatan kalau mereka mau merumuskan visi Indonesia
2030.

Pertama, mereka bukan orang-orang yang mempunyai visi.
Sebagian dari mereka pedagang, yang lainnya lulusan universitas yang
sepanjang karier hidup mereka adalah teknokrat yang miskin falsafah.
Pekerjaan mereka teknokratik pragmatis. Tidak ada yang sekaliber
Daoed Joesoef, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kedua, mereka berasal hanya dari satu mashab, yaitu liberalisme
sejauh mungkin dan semutlak mungkin, yang di Indonesia dipelopori dan
diemban kelompok Berkeley Mafia. Banyak di antaranya oleh orang
Jerman disebut Fach Idioten.

Intinya, mereka mengunggulkan kekayaan alam. Sekarang pengelolaan
kekayaan alam kita lebih dari 80% dilakukan oleh perusahaan asing.
Sebanyak 92% dari kekayaan migas kita dieksploitasi perusahaan asing
yang mendapat bagian 40%, walaupun menurut formula bagi hasil hak
mereka 15%.

Sampai kini masih 40%, karena pelaksanaan ketentuan yang terkenal
dengan istilah recovery cost harus diganti terlebih dahulu.
Bagaimana mengubahnya? Tidak perlu menurut salah seorang ekonom.
Pemilikan oleh siapa tidak penting, yang terpenting adalah
manfaatnya. Lha ternyata sampai sekarang bangsa Indonesia hanya
memperoleh manfaat 60%, itu bagaimana membalikkannya? Pengelolaan
kekayaan alam juga sangat tidak transparan.

Dalam APBN pos pemasukan dari sumber daya alam nonmigas, hanya US$500
juta. Terus Freeport mengklaim bahwa setorannya kepada pemerintah
Indonesia US$1 miliar per tahun. Memangnya US$1 miliar per tahun buat
bangsa Indonesia dari Freeport sudah adil, dan karena itu kepemilikan
tidak penting?

Untuk mewujudkan visi dan misi 2030 disebutkan: “Keseimbangan pasar
terbuka dengan dukungan birokrasi yang efektif.” Yang diartikan
dengan istilah “keseimbangan pasar terbuka” itu apa ? Pasar terbuka
ya menghasilkan survival of the fittest. Terus yang seimbang apanya
dan bagaimana mewujudkannya ?

“Perekonomian yang terintegrasi dengan kawasan sekitar dan global.”
Bisakah terjadi bahwa terintegrasinya berbentuk bangsa Indonesia yang
di tengah pergaulan antarbangsa menjadi dan berfungsi sebagai kuli
bagi bangsa-bangsa lain?

Bukankah sekarang sudah demikian? Lagi-lagi, bagaimana membalikannya?
Praktik korupsi yang begitu dominan dalam kemerosotan bangsa
Indonesia dewasa ini sama sekali tidak disebut sebagai faktor
penghambat utama.

Sudahlah, saya tidak perlu meneruskannya, karena keinginan Yayasan
Indonesia Forum kan hanya mimpi? Kata “mimpi” juga tercantum dalam
bukunya yang saya sebutkan tadi. Saya lebih memilih yang lebih
konkret ketimbang bermimpi, yaitu onani saja, karena lebih bisa
dirasakan dan enak.

Kalau Presiden memang mau bervisi sampai 2030 untuk anak cucu kita,
karena buat kita in the long run we are all dead, pakailah Bappenas
yang memiliki sekitar 800 orang pegawai, yang 400 di antaranya
sarjana, termasuk yang bergelar PhD. Dari jumlah itu, ada sekitar 75
orang PhD jebolan universitas yang bermutu tinggi dari seantero
dunia. Para sarjana di Bappenas sudah lama bekerja merumuskan visi
sampai 2030. Sangat banyak kajian yang telah dirampungkan para
sarjana di Bappenas, tetapi belum berani dipublikasikan, karena
mereka ngeri ditertawai orang.

Di antara para sarjana itu, ada yang bertanya apa mungkin dan apa ada
gunanya membuat visi sampai 2030? Ada yang bahkan mengatakan jangan-
jangan Bappenas, yang ingin jadi think tank, akhirnya menjadi sinking
tank kalau berani bermimpi sampai 2030.

Karena adanya kontroversi ini, berbagai produk Bappenas-yang jauh
lebih bagus ketimbang Yayasan Indonesia Forum- masih ditahan. Ya
memang begitulah manusia, semakin ada isinya semakin nunduk seperti
padi yang sudah matang.

Lain dengan tong kosong yang selalu nyaring bunyinya!

Oleh Kwik Kian Gie
Mantan Menneg PPN / Kepala Bappenas

Kategori: psikologis dan keluarga